Kamis, 24 Oktober 2013

Honda Mega Pro, Ngejar Street Legal



Sosok spesial engine atau SE memang paling sempurna di kasta besutan penggaruk tanah. Itu yang membuat Bagus asal Samarinda, Kalimantan Timur berniat memilikinya. Namun kendalanya, SE dirancang khusus buat balap. Bukan buat jalan raya.

Tapi, bukan masalah kalau di tangan Caos Custom Bike (CCB). SE idaman akhirnya bisa dinikmati Bagus buat mengaspal. Pasalnya basic mesin yang dipakai di ambil dari Honda Mega Pro. “Aman karena memang motor harian, hanya rangka dan kaki-kaki yang mengandalkan copotan SE,” lanjut Lerry Rahmat Riski, builder sekaligus owner bengkel CCB itu.

Tampilan trail yang berubah jadi supermoto ini aplikasi rangka sumbangan dari Yamaha YZF250 lansiran 2007. Bersanding dengan mesin Mega Pro, pastinya beberapa ubahan harus dilakukan.

“Dimensi mesin Mega Pro tidak seberapa besar. Jadi, bisa masuk di areal tengah rangka YZF250,” jelas modifikator yang buka bengkel di Pancoran Barat, Jakarta Selatan itu.

Agar mesin bisa nempel di rangka, prosesnya tidak mudah. Harus dibuatkan breket pada rangka menyesuaikan dudukan mesin Mega Pro. Ada dua breket yang harus dibuat, pada bagian atas dan bawah rangka. Keduanya mengikat bagian dapur pacu. Breket mesin baru ini dibentuk ulang mengandalkan las argon lantaran bahan rangka dari aluminium.

Namun aplikasi karbu gambot ternyata jadi kendala. Bagian belakang mentok rangka tengah. “Akhirnya tulang tengah enggak mungkin dicoak, solusinya karbu yang mengalah. Dibuatkan jalur intake baru yang posisinya dibuat keluar dari mesin. Jadinya moncong karbu sedikit belok,” jelas Lerri yang masih bisa pasang filter udara bawaan YZF250.

Menyesuaikan rangka SE, pastinya kaki-kaki juga diambil dari habitat motor yang sama. Untuk sok upside down dan lengan ayun juga diambil dari copotan YZF250 lengkap dengan monosoknya. “Buat teromol dan pelek, percaya produk berlabel Edge Dock berikut cakramnya,” timpal Bagus.

Sedang areal bodi seluruhnya dipasang baru yang juga copotan YZF250 2007. Cuma untuk tampilan supermoto, sepatbor depan dipasang yang modelnya lebih pendek. Pakai produk Polisport berpadu dengan cover depan berikut lampu dari produk yang sama.

Mesin Powder Coating

Areal mesin selain sudah kena operasi bore up, tampilannya juga dibuat ciamik. Kalau biasanya kelir di mesin andalkan warna hitam, ini kali Lerry coba bereksperimen dengan keliar yang cerah.

“Saya pilih warna biru untuk cover mesin dan silinder headnya, sedangkan blok mesin tetap hitam dof. Mengandalkan pengecatan dengan teknik powder coating jadi pelapis yang menempel tahan panas,” terang builder yang masih lajang ini.

Untuk proses pelapisan powder coating ini berbeda dengan pengecatan biasa. Bahannya berupa bubuk cat yang proses penyeprotannya dibantu dengan pemanas. "Makanya untuk proses pelapisan powder coating ini seluruh mesin yang akan diwarnai harus dibongkar," tutup Lerry. (motorplus-online.com)

Honda Mega Pro, Ngejar Street Legal


Sosok spesial engine atau SE memang paling sempurna di kasta besutan penggaruk tanah. Itu yang membuat Bagus asal Samarinda, Kalimantan Timur berniat memilikinya. Namun kendalanya, SE dirancang khusus buat balap. Bukan buat jalan raya.

Tapi, bukan masalah kalau di tangan Caos Custom Bike (CCB). SE idaman akhirnya bisa dinikmati Bagus buat mengaspal. Pasalnya basic mesin yang dipakai di ambil dari Honda Mega Pro. “Aman karena memang motor harian, hanya rangka dan kaki-kaki yang mengandalkan copotan SE,” lanjut Lerry Rahmat Riski, builder sekaligus owner bengkel CCB itu.

Tampilan trail yang berubah jadi supermoto ini aplikasi rangka sumbangan dari Yamaha YZF250 lansiran 2007. Bersanding dengan mesin Mega Pro, pastinya beberapa ubahan harus dilakukan.

“Dimensi mesin Mega Pro tidak seberapa besar. Jadi, bisa masuk di areal tengah rangka YZF250,” jelas modifikator yang buka bengkel di Pancoran Barat, Jakarta Selatan itu.

Agar mesin bisa nempel di rangka, prosesnya tidak mudah. Harus dibuatkan breket pada rangka menyesuaikan dudukan mesin Mega Pro. Ada dua breket yang harus dibuat, pada bagian atas dan bawah rangka. Keduanya mengikat bagian dapur pacu. Breket mesin baru ini dibentuk ulang mengandalkan las argon lantaran bahan rangka dari aluminium.

Namun aplikasi karbu gambot ternyata jadi kendala. Bagian belakang mentok rangka tengah. “Akhirnya tulang tengah enggak mungkin dicoak, solusinya karbu yang mengalah. Dibuatkan jalur intake baru yang posisinya dibuat keluar dari mesin. Jadinya moncong karbu sedikit belok,” jelas Lerri yang masih bisa pasang filter udara bawaan YZF250.

Menyesuaikan rangka SE, pastinya kaki-kaki juga diambil dari habitat motor yang sama. Untuk sok upside down dan lengan ayun juga diambil dari copotan YZF250 lengkap dengan monosoknya. “Buat teromol dan pelek, percaya produk berlabel Edge Dock berikut cakramnya,” timpal Bagus.

Sedang areal bodi seluruhnya dipasang baru yang juga copotan YZF250 2007. Cuma untuk tampilan supermoto, sepatbor depan dipasang yang modelnya lebih pendek. Pakai produk Polisport berpadu dengan cover depan berikut lampu dari produk yang sama.

Mesin Powder Coating

Areal mesin selain sudah kena operasi bore up, tampilannya juga dibuat ciamik. Kalau biasanya kelir di mesin andalkan warna hitam, ini kali Lerry coba bereksperimen dengan keliar yang cerah.

“Saya pilih warna biru untuk cover mesin dan silinder headnya, sedangkan blok mesin tetap hitam dof. Mengandalkan pengecatan dengan teknik powder coating jadi pelapis yang menempel tahan panas,” terang builder yang masih lajang ini.

Untuk proses pelapisan powder coating ini berbeda dengan pengecatan biasa. Bahannya berupa bubuk cat yang proses penyeprotannya dibantu dengan pemanas. "Makanya untuk proses pelapisan powder coating ini seluruh mesin yang akan diwarnai harus dibongkar," tutup Lerry. (motorplus-online.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar